Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Adaptasi Hewan dan Contohnya

Adaptasi merupakan cara suatu organisme atau makhluk hidup dalam mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya supaya dapat mampu untuk bertahan hidup. Adaptasi bisa dilakukan baik hewan maupun tumbuhan tapi pada artikel ini kita berfokus pada adaptasi hewan.

Pengertian Adaptasi Hewan dan Contohnya
Adaptasi adalah cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya untuk bertahan hidup. Organisme yang mampu beradaptasi terhadap lingkungannya mampu untuk:
  • memperoleh air, udara dan nutrisi (makanan).
  • mengatasi kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya dan panas.
  • mempertahankan hidup dari musuh alaminya.
  • bereproduksi.
  • merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya.
Organisme yang mampu beradaptasi akan bertahan hidup, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan menghadapi kepunahan atau kelangkaan jenis. 

Pengertian Adaptasi Hewan

Interaksi hewan dengan lingkungannya menunjukan adanya hubungan timbal balik antara hewan dengan lingkungannya. Dalam hubungan itu kondisi dan perubahan kondisi lingkungan berpengaruh pada hewan, dan hewan mengadakan reaksi terhadap kondisi dan perubahan kondisi lingkungannya.

Reaksi hewan terhadap kondisi dan perubahan lingkungannya dinatakan sebagai respons hewan terhadap lingkungannya. Respons hewan terhadap lingkungan dapat berupa perubahan fisik, fisiologis dan tingkah laku. Respons hewan terhadap kondisi dan perubhan lingkungan ada yang bersifat raktif, artinya respons itu terbentuk dan berlaku pada saat berpengaruh kondisi dan perubshan lingkungan berlaku.Misalnya, ayam mencari tempat yang teduh ketika hujan turun.Repons-respons seperti itu merupakan respons yang terpola untuk semua anggaota spesies.Respons itu merupakan perubahan pada hewan yang bersifat reaktif terhadap lingkungannya.

Disamping respons yang bersifat reaktif, hewan mempunyai respons terhadap lngkungan yang terpola untuk semua spesies. Respons itu mempunyai sifat yang diwarisi oleh nenek moyagnya. Misalnya, semua anak itik baru menetas mengikuti hewan apa saja yang dijumpai pertama kali, repons seperti itu dapat di golongkan sebagai respons yang bersifat adaptif terhadap kondisi atau perubahan lingkungan yang ada, artinya respons itu merupakan ciri-ciri yang teradaptasi terhadap kondisi atau perubahan lingkungan yang ada.

Adaptasi pada umumnya diartikan sebagai penyasuaian makhluk hidup terhadap lingkungannya. Namun, Begon (1996) berpenda[at bahwa pengertian itu mengandung benyak penafsiran . penjelasannya sebagai berikut. Jika dikatakan bahwa “hewan X teradaptasi untuk hidup dilingkungan Y”, pernyataan itu dapat di artikan sebagai berikut.

  1. Hewan X hanya dapat dijumpai pada lingkungan Y. Dalam hal ini dapat berarti hewan X mempunyai sifat yang hanya sesuai untuk hidup di lingkungan Y dan tidak dijumpai di daerah lain.
  2. Hewan X hanya dapat hidup di lingkungan Y, tidak dapat hidup di lingkungan lain.
  3. Hewan itu mempunyai siafat yang lolos dari alam, yang diwarisi dari nenek moyagnya. Dalam hal ini kata adaptasi mempunyai arti bahwa pada diri nenek moyangnya terjadi perubahan genetic sehingga sesuai dengan kondisi lingkungan, dan sifat genetik baru yang terbentuk diturunkan kepada turunannya. Pengertian ini diberikan kepada para ahli ekologi evolusi.
  4. Para ahli ekologi yang mengkhususkan diri pada aspek fisiologi mengartikan pernyataan di atas bahwa hewan X telah mempunyai pengalaman di masa lalu yang memungkinkannya untuk hidup dilingkunga Y. pengertian ini lebih tepat untuk di terapakan pada sifat- sifat fenotip.
  5. Pernyataan ini juga dapat berarti bahwa hewan X mempunyai sifat genotip dan fenotip yang sesuai untuk hidup di lingkungan Y.
Diantara pengertian adaptasi yang berbeda- beda itu ada yang menyatakan bahwa ciri-ciri organisme ada yang dirancang untuk sesuai dengan kondisi lingkungan masa kini dan masa yang akan dating. Penjelasan itu kurang tepat, karena lingkungan sekarang ditempati oleh suatu organisme karena kondisi lingkungan tersebut secara kebetulan sama dengan kondisi lingkungan yang di huni oleh nenek moyangnya ketika lolos dari seleksi alam. Maka dari itu ciri-ciri yang teradaptasi itu merupakan ciri yang di turunkan oleh nenek moyangnya.Istilah yang tepat untuk mengatakan kesesuaian makhluk hidup dengan lingkungannyaitu adalah adaptasi. Kata adaptasi menunjukkan kesesuaian organisme dengan lingkunganya yang meruapakan produk masa lalu. Organisme-organisme masa kini dapat hidup di lingkunganya karena kondisi lingkungannya itu secara kebetulan sama dengan kondisi lingkungan nenek moyangnya.

Contoh Adaptasi Hewan

  • Bebek mempunyai selaput pada kakinya karena dia mencari makan di tempat yang berair.
  • Burung pelikan mempunyai paruh yang berkantung agar dia bisa membawa makanan untuk anaknya.
  • Harimau mempunyai taring agar mudah merobek mangsanya.
  • Hewan ruminansia, misalnya sapi, kambing, kerbau. Makanan hewan tersebut adalah rumput-rumputan, di dalam saluran pencernaannya terdapat enzim selulase, enzim ini berfungsi untuk mencerna selulose yang menyusun dinding sel tumbuhan, dengan enzim selulase maka makanan menjadi lebih mudah dicerna.
  • Kucing, apabila hewan ini berteduh kadar metabolisme badan kucing tersebut akan direndahkan supaya kadar kehilangan air di dalam badan berkurang.
  • Musang juga beradaptasi dengan cara menyemburkan cairan untuk mengelakkan dirinya daripada musuh. Kelenjar bau yang dimiliki oleh musang tersebut membuat musuh tidak kuat dan pergi karena baunya
  • Teredo navalis, adalah mollusca yang biasa hidup pada kayu galangan kapal, kayu tiang-tiang pelabuhan. Mollusca ini dapat merusak kayu karena makanannya berupa kayu. Di dalam saluran pencernaan Teredo terdapat enzim selulase untuk membantu menguraikan selulose yang ada pada kayu yang menjadi makanannya.
  • Berdasarkan jenis makanannya, hewan dapat dibedakan menjadi karnivora (pemakan daging). herbivora (pemakan tumbuhan), serta omnivora (pemakan daging dan tumbuhan). Penyesuaian hewan-hewan tersebut terhadap jenis makanannya. antara lain terdapat pada ukuran (panjang) usus dan enzim pencernaan yang berbeda. Untuk mencerna tumbuhan yang umumnya mempunyai sel-sel berdinding sel keras, rata-rata usus herbivora lebih panjang daripada usus karnivora.
  • Ikan yang hidup di laut lebih sedikit mengeluarkan urin dibandingkan dengan ikan yang hidup di air tawar. Air laut lebih banyak mengandung garam. Kadar garam yang tinggi juga menyebabkan cairan tubuh keluar terus menerus. Garam juga masuk ke dalam tubuh dan harus dikeluarkan. Untuk menyesuaikan diri, ikan banyak meminum air laut dan sedikit mengeluarkan urin. Ikan yang hidup di air tawar, sedikit minum air dan banyak mengeluarkan urine dan menggunakan insangnya secara aktif untuk mengikat garam yang terlarut dalam air supaya ikan tidak kelebihan air atau kembung.
  • Hewan onta yang punya kantung air di punuknya untuk menyimpan air agar tahan tidak minum di padang pasir dalam jangka waktu yang lama.
  • Burung hantu memiliki penglihatan dan pendengaran yang sangat tajam yang memungkinkannya untuk dapat melihat di malam hari
  • Anjing laut yang memiliki lapisan lemak yang tebal untuk bertahan di daerah dingin dengan menahan panas tubuh tetap tertahan. 
Demikian artikel Pengertian Adaptasi Hewan dan Contohnya semoga bisa bermanfaat.

Sumber:
dosenpendidikan.co.id
Wikipedia

Posting Komentar untuk "Pengertian Adaptasi Hewan dan Contohnya"