Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Hewan Pemakan Serangga atau Insektivora, Ciri, dan Contohnya

Insektivora atau pemakan serangga merupakan istilah untuk organisme yang makanannya adalah serangga dan hewan kecil lainnya. Jadi Hewan Insektivora adalah hewan yang makananya serangga dan hewan kecil lainnya. Hewan yang dimaksud sebetulnya bukan binatang besar tetapi serangga seperti lalat, semut, laba-laba, hingga anak kodok. Itulah hewan-hewan kecil yang biasa dimakan hewan pemakan serangga atau insektivora.

Pengertian Hewan Pemakan Serangga atau Insektivora, Ciri, dan Contohnya


Habitat hewan pemakan serangga atau insektivora umumnya ada di darat namun di air sebenarnya juga ada misalnya ikan.

 Ciri-ciri Hewan Insektivora
  •  Memiliki ukuran yang kecil.
  • Merupakan mamalia terestial yang tinggal dilubang, pohon atau amfibus.
  • Mempunyai puncak gigi yang tajam.
  • Daerah olfaktori pada bagian kepala lebih panjang dari daerah kranial.
  • Tidak mempunyia posorbital.
  • Tulang air mata tidak melebar ke bagian wajah.
  • Mempunyai taju paroccipital yang jelas.
Contoh hewan Insektivora

 1. Trenggiling
Trenggiling termasuk hewan mamalia yang makanannya berupa semut bersisik. Contoh hewan insektivora ini terbilang sudah sangat langka di dunia. Satu keluarga trenggiling yang masih tersisa adalah dari kelompok Manidae. Kelompok ini punya 3 genera, di antaranya Manidae, Phataginus, dan Smutsia. Dinamai trenggiling karena hewan ini sering menggiling atau menggulingkan badannya untuk melindungi diri dari musuh.

2. Kodok
Kodok atau katak termasuk hewan amphibi yang makanannya berupa serangga, seperti nyamuk, belalang, dan lain sebagainya. Kodok hidup di ekosistem air tawar di seluruh daerah beriklim tropis. Jari kodok dilengkapi selaput yang digunakannya untuk berenang. Lidahnya bisa menjulur sangat panjang untuk menangkap serangga-serangga yang terbang.

3. Kadal
Kadal termasuk reptil yang masih berkeluarga dekat dengan tokek, cicak, bunglon, biawak, dan iguana. Semua keluarga kadal ini tergolong contoh hewan insektivora. Mereka makan serangga dengan menangkapnya menggunakan lidah mereka yang panjang. Lidah mereka menjulur untuk menangkap serangga-serangga yang terbang di atas tubuh mereka.

4. Cecak
Di dinding rumah kita, setiap malam hewan ini merayap dan mengendap-ngendap untuk menangkap nyamuk, laron, dan beragam serangga lainnya. Cecak termasuk contoh hewan insektivora yang paling akrab dengan lingkungan manusia. Bersama tokek, cecak termasuk dalam suku Gekkonidae.

5. Laba-laba
Laba-laba adalah hewan arthropoda yang bertahan hidup juga dengan memakan serangga (insektivora). Laba-laba menggunakan jaringnya sebagai perangkap untuk menangkap serangga-serangga yang terbang di sekitarnya. Serangga yang menempel pada jaring yang dibuatnya akan dimakan sebagai sumber energinya.

6. Ikan
Berbagai jenis ikan air tawar juga termasuk contoh hewan insektivora. Mereka umumnya memakan serangga yang masih dalam bentuk telur. Jika dikolam rumah Anda terdapat banyak jentik nyamuk, meletakan beberapa ekor ikan akan sangat membantu mengurangi jumlah nyamuk di rumah Anda. Ikan akan memakan jentik nyamuk tersebut sebelum mereka berubah menjadi nyamuk dewasa yang siap menusuk nyamuk.

7. Tokek
Tokek adalah reptil yang termasuk contoh hewan insektivora. Mereka memakan serangga untuk mempertahankan hidupnya. Lidah tokek dapat menjulur panjang untuk menangkap serangga yang ada di dekatnya. Sama seperti cicak, ia juga dapat merayap pada dinding dengan kemiringan > 45 derajat.

8. Bunglon
Bunglon hidup di ekosistem hutan hujan tropis. Reptil ini memiliki kemampuan untuk mengubah warna kulitnya menjadi sesuai dengan lingkungannya. Contoh hewan insektivora ini melakukan kamuflase untuk mengelabuhi mangsanya yang berupa serangga-serangga terbang. Lidah hewan ini juga dapat menjulur seperti reptil insektivora lainnya.


Selain hewan, di Indonesia ada tumbuhan insektivora yang dikenal dan merupakan flora langka adalah tumbuhan kantong semar (Nephentes sp.). Kantong semar paling banyak ditemui di Kalimantan, tetapi terdapat juga di Sumatra, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Awalnya kantong semar "memancing" serangga dengan cara mengeluarkan aroma dari kelenjar nektar di kantongnya, supaya mendekati bibir kantong. Setelah itu serangga akan tergelincir dan masuk ke dalam kantong dan terjebak dalam cairan kantong. Cairan asam berfungsi mencabik-cabik tubuh serangga menjadi molekul protein.

Selanjutnya kantong semar mengeluarkan enzim proteolase (nephenthesin) sebagai enzim pengurai protein menjadi zat-zat sederhana (nitrogen, fosfor, kalium & garam-garam mineral). Zat-zat ini yang akan diserap menjadi nutrisi makanan. Cara kerjanya sama dengan lambung manusia.

Tumbuhan ini tidak bisa menggigit manusia, apalagi memakannya. Satu-satunya daging yang dimakan kantong semar hanyalah daging serangga. 


Sumber:
Wikipedia
karyapemuda
brainly

Posting Komentar untuk "Pengertian Hewan Pemakan Serangga atau Insektivora, Ciri, dan Contohnya "